Sabtu, 12 Maret 2016 0 komentar

✿ Subhanallah… Ini Kisah Presiden Soekarno paksa Rusia Mencari Makam Imam Bukhori.


[Soekarno Dalam Kenangan Foto]
Subhanallah… Ini Kisah Presiden Soekarno paksa Rusia Mencari Makam Imam Bukhori.

Ada cerita unik soal Presiden Soekarno, Rusia dan para pemimpin Kremlin. Banyak sumber yang mengatakan, Soekarno lah yang menemukan makam perawi hadis terkenal Imam Bukhari.
Ceritanya, sekitar tahun 1961, pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev mengundang Soekarno datang ke Moskow. Nikita ingin memperlihatkan pada Amerika Serikat kalau Indonesia berada di belakang Blok Timur. Saat itu dunia memang sedang memanas antara persaingan negara Blok Barat, AS dan sekutunya, melawan Uni Soviet.
Soekarno menghadapi dilema. Dia tidak ingin menunjukkan kalau Indonesia bisa diatur Soviet. Maka Soekarno membuat strategi.
“Tuan Khrushchev, saya bersedia datang ke Moscow. Tapi ada syaratnya, temukan makam Imam Bukhari, perawi hadis terkenal. Dia dimakamkan di Samarkand, Uzbekistan,” ujar Soekarno.
Tentu saja Khrushchev yang komunis tulen bingung. Siapa Imam Bukhari? Pikirnya. Khrushchev pun meminta Soekarno mengganti syaratnya, tapi Soekarno menolak.
Maka pemerintah komunis Uni Soviet mati-matian mencari makam ulama besar Islam ini. Bukan perkara mudah, Khrushchev pun hampir menyerah. Dia lagi-lagi menawar syarat dari Soekarno. Tapi Soekarno bersikeras Soviet harus menemukan makam Imam Bukhari.
Akhirnya, mereka berhasil menemukan lokasi makam Imam Bukhari. Saat itu kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak terawat untuk ukuran seorang ulama besar. Khrushchev pun dengan gembira menyampaikan hal itu pada Soekarno. Tak lupa, pihak Soviet merenovasi makam itu sedikit agar tak berantakan.
Maka akhirnya Soekarno mengunjungi Moskow. Tak lupa dia berziarah ke tempat Imam yang sangat dikaguminya ini di Samarkand.
Saat itu pihak Barat pun menilai kunjungan Soekarno ke Moskow tak cuma untuk urusan politik, melainkan ziarah. Ini juga menunjukkan Indonesia tak bisa diatur.
Versi lain yang berkembang di Uzbekistan menyebutkan, berkat Soekarno makam Imam Bukhari dipugar besar-besaran. Dulunya, makam itu tidak terlihat kemegahannya. Tetapi, jelang ziarah Soekarno, makam dibersihkan dan direnovasi hingga tampak megah.
Imam Bukhari lahir di Bukhara, Uzbekistan tahun 196 Hijriah atau 810 Masehi. Beliau diberi nama Muhammad oleh ayahnya yang bernama Ismail bin Ibrahim. Tapi akhirnya lebih dikenal sebagai Imam Bukhari, dari nama kota Bukhara.
Selama hidupnya, Imam Bukhari menghimpun sejuta hadis dari Rasulullah SAW. Dia menyaring dan mempelajari hadis-hadis tersebut untuk menentukan mana hadis yang kuat, atau lemah.
Akhirnya Imam Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami’al-Shahil yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.
Sumber : merdeka.com

Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin.

**********************

Salam buat isteri :
‘Siti Nurjanah’


Kamis, 10 Maret 2016 0 komentar

✿ Soekarno dan Hatta di Hari Kemerdekaan RI ke 5.


[Soekarno Dalam Kenangan Foto]
 Soekarno dan Hatta di Hari Kemerdekaan RI ke 5.

Soekarno-Hatta saat peringatan 5 tahun Kemerdekaan RI di Istana Merdeka yang untuk pertama kalinya dilaksanakan bagi pemerintah Indonesia, Jakarta 17 Agustus 1950.


**********************
Salam buat isteri :
‘Siti Nurjanah’


Minggu, 06 Maret 2016 0 komentar

✿ Presiden Soekarno menunggu kunjungan pemimpin Uni Soviet.


[Soekarno Dalam Kenangan Foto]
Presiden Soekarno menunggu kunjungan pemimpin Uni Soviet.

Presiden Soekarno memayungi diri sendiri dan duduk di atas gulungan karpet merah, ketika menunggu kedatangan pemimpin Uni Soviet, Nikita Khurschev di Bandara Tuban (Bali International Airport Ngurah Rai sekarang), tahun 1960.


********************

Salam buat isteri :
‘Siti Nurjanah’


Senin, 29 Februari 2016 0 komentar

✿ Pertemuan Presiden Soekarno dengan Raja Arab Saudi Raja Saud.


[Soekarno Dalam Kenangan Foto]
Foto ini Bukti Berkarismanya Bung Karno saat Bertemu Tokoh Dunia.

Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno, dikenal memiliki karisma yang tinggi. Karismanya diakui para pemimpin, petinggi dan tokoh negara lain yang pernah bertemu dengannya. Pertemuan Presiden Soekarno dengan Raja Arab Saudi Raja Saud yang terjadi pada tanggal 4 Juni 1963. 

Salam buat istri :
‘Siti Nurjanah’


Sabtu, 27 Februari 2016 0 komentar

✿ Foto ini Bukti Berkarismanya Bung Karno saat Bertemu Tokoh Dunia.







[Soekarno Dalam Kenangan Foto]
Foto ini Bukti Berkarismanya Bung Karno saat Bertemu Tokoh Dunia.

Foto ini bukti berkarismanya Bung Karno saat bertemu tokoh dunia. Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno, dikenal memiliki karisma yang tinggi. Karismanya diakui para pemimpin, petinggi dan tokoh negara lain yang pernah bertemu dengannya.

Jumat, 26 Februari 2016 0 komentar

✿ Fakta Peci Beludru : dari Soekarno untuk Nasionalisme.




[Soekarno Dalam Kenangan Foto]
Fakta Peci Beludru : dari Soekarno untuk Nasionalisme.

Siapa sih warga Indonesia yang tak kenal dengan Peci? Benda tersebut sekarang diidentikkan jadi penutup kepala saat melakukan ibadah sholat bagi masyarakat muslim. Peci lazim digunakan, dari golongan muda hingga tua maupun dari buruh hingga pejabat.

Peci yang sekarang diperjualbelikan mempunyai berbagai bentuk dan warna. Begitu banyak kombinasi yang saat ini sudah disematkan untuk menjadikan peci semakin menarik dan cocok digunakan oleh kaum muda.

Tapi tahukah kamu bagaimana sejarahnya peci bisa jadi melegenda di Indonesia seperti sekarang ini? Yuk simak ulasan redaksi yang diambil dari berbagai sumber.

Budaya berpenutup kepala dari orang luar.
Peci diadopsi dari budaya yang dibawa oleh masyarakat Timur Tengah yang menyebarkan Islam di Indonesia. Saat itu orang Turki memakai penutup kepala berwarna merah dengan ada kuncir hitamnya. Mereka ingin mempopulerkan kesuksesan dari nasionalisme Turki. Ada juga yang menyebut bahwa adanya peci diilhami dari budaya orang Tionghoa.

Peci, Songkok, Kopyah.
Beberapa sumber mengatakan bahwa nama-nama tersebut adalah akromin yang menyimpan arti. Peci, pe berarti delapan sedangkan chi bermakna energi. Jadi peci diartikan sebagai sesuatu yang mampu memancarkan energi dari 8 penjuru angin pemakainya. Sedangkan songkok diakronimkan dengan kosong seperti mangkok, artnya hidup ini seperti mangkok kosong yang harus diisi dengan ilmu pengetahuan dan berkah. Ada pula yang mengatakan kopyah berasal dari kata “kosong karena dipyah”, maksudnya kosong karena dibuang, yang dibuang yakni kebodohan dan rasa iri hati yang merupakan penyakit bawaan syaitan. Istilah kopyah merupakana istilah dari masyarakat melayu seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan sebagian Indonesia melayu.

Dari buruh Melayu yang diangkat Soekarno.
Dari berbagai sumber juga dikatakan kalau peci hitam awalnya merupakan penutup kepala buruh Melayu. Tetapi Soekarno mencoba mengangkat kebiasaan masyarakat bawah menjadi identitas yang dipakai dan dapat diterima semua kalangan.

Pemersatu semua kalangan.
Soekarno menginginkan adanya alat yang bisa digunakan sebagai pemersatu berbagai suku bagsa dan etnis yang ada di Indonesia. Karena saat zaman kolonial Belanda, masyarakat terkotak-kotakkan dengan adanya pakaian adat, termasuk di dalamnya penutup kepala adat yang khas tiap daerah.

Hitam pilihan warna Soekarno.
Ternyata hitam adalah warna yang menjadi pilihan Soekarno. Alasan Soekarno memilih hitam karena dirinya terinspirasi dari salah satu penguasa negara di Eropa yang menjadikan warna hitam sebagai simbol kekuasan, keberhasilan, dan kedisiplinan. Warna hitam ini diubah Soekarno menjadi simbol egaliter, solidaritas, dan simbol perjuangan bangsa tertindas.

Soekarno mendeklarasikan peci di Surabaya pada 1921.
Soekarno pertama kali mendeklarasikan peci sebagai penutup kepala yang mempersatukan bangsa pada pertemuan Jong Java di Surabaya tahun 1921. Soekarno datang memakai peci. Sejatinya ia takut ditertawakan. Tapi ia berkata pada dirinya sendiri, kalau ingin jadi pemimpin dan bukan pengikut, harus berani memulai sesuatu yang baru. Akhirnya Soekarno mendeklarasikan peci sebagai pemersatu dari semua kalangan sebagai lambang Indonesia merdeka.

Wajah Peci saat ini.
Sekarang, peci menjadi identitas tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia, terlebih orang Islam. Peci bukan hanya dipakai saat melakukan sholat di masjid, lebih dari itu peci sudah menjadi atribut keseharian yang menimbulkan kesan berwibawa dana egaliter. Peci juga digunakan para pejabat negara di berbagai seremonial. Meski digempur dengan berbagai variasi bentuk dan warna, peci beludru hitam tetap mendapat tempat bagi rakyat Indonesia.


0 komentar

✿ Foto Langka Bung Karno ini Memiliki Banyak Arti.



[Soekarno Dalam Kenangan Foto]
Foto Langka Bung Karno ini Memiliki Banyak Arti.

Sebuah foto presiden Sukarno ini seakan menunjukkan sisi lain kepribadian sang proklamator. Di balik kesohorannya sebagai pahlawan yang gagah dan tegas dalam berorasi, Bung Karno nampak sangat enjoy dalam pertemuannya dengan Menteri Koordinator Kompartemen Distribusi Johannes Leimena.

Dalam foto yang diunggah oleh Romy Toar Nonutu tersebut, terlihat Bung Karno sedang berusaha mengambil dompet milik Menteri Distribusi, Johannes Leimena, di Airport Jakarta, saat sedang menunggu kedatangan Presiden Cina, Liu Shaoqi, pada tanggal 3 April 1963. Romy mengaku foto ini dia warnai sendiri dari sebelumnya hitam putih.

Sembari mengajak sang menteri berbicara sambil berjalan, Bung Karno hampir saja berhasil mendapatkan dompet milik Leimena tersebut, sebelum akhirnya menteri Leimena tahu bahwa dia sedang dijadikan bahan candaan oleh sang presiden.

Hubungan Leimena dengan Soekarno sendiri sangat erat. Dalam buku “Dokter Johannes Leimena, negarawan sejati dan politisi berhati nurani” disebutkan, Prof Dr J Verkuyl, mantan guru besar STT Jakarta dan Vrije Universiteit Amsterdam menyebut Om Jo, panggilan Leimena sebagai hati nurani Soekarno. Om Jo bukan saja mempunyai relasi yang sangat intim dengan Soekarno, melainkan juga memiliki kedudukan istimewa. Bahkan, oleh Soekarno, Om Jo dijuluki Dominee.

Pada saat genting di Halim Perdanakusuma, pada peristiwa G30S, dalam pilihan terbang ke Madiun atau bermobil ke Bogor, dengan tegas dan kasar Leimena mendorong Soekarno ke Bogor. Saran dari Leimena itu diikuti Soekarno dengan alasan agar tidak jauh dari ibukota.

 


 
;